Doa ku untuk ayah bunda :*



DOA KU UNTUK AYAH-BUNDA

M
alam itu bintang-bintang bertaburan.Bulan sabit bagaikan alis cahaya yang hanyut diarakan mega-mega dan menyimpukan senyum bagi setiap orang yang memandanginya. Pada ambang jendela terlihat seorang Gadis kecil tersandar disudut jendela sembari memegang sebuah figura, dan memandangi begitu indah lukisan maha kuasa pada malam itu.
“Belum tidur Din?”
Gadis kecil itu menoleh kesumber suara yang ia dengar,seperti biasa dia menemukan senyum Bunda yang berbinar bagaiakan cahaya dipagi hari.Sontak saja Dinda nama gadis kecil itu memeluk seseosok wanita yang ia sebut Bunda, pelukan Bunda adalah pelukan yang tak akan kulupakn pelukannya sangat hangat bagai mentari dipagi hari.
“dahulu kala,bulan itu selalu berada sendiri dilanggit tanpa teman sama sekali”kata Bunda sembari menatap langgit
Dinda langusng menaruh kepalanya kepangkuan Bunda yang lembut dan hangat.Apakah benar?pasti sibulan sangat kepsepian tanpa teman disampingnya,pikirnya
“lalu datanglah seorang Gadis kecil cantik,dan baik hati...”
“siapa nama Gadis kecil itu Bunda?”
“menurut, Dinda siapa?”
“Dinda?”
tanpa memberi jawaban yang pasti Bunda hanya meperlihatkan senyum lebarnya,sembari memandangi ku dengan mata berbinar-binar bagaikan berlian yang berkilau.
“gadis kecil itu kesepian,sama seperti bulan itu,ia hidup tanpa kedua orang tua nya”kata Bunda lagi
“kasihan sekali ya Bunda”jawab Dinda
“setiap malam ia hanya tidur diranjang yang usang tetapi setiap malam ia tidak sendiri karena banayak ribuan bintang yang selalu menemaninya”jawab Bunda
Mata Dinda terlihat membulat, “kok bisa..?”
“hmmm...karena ia anak yang baik pada suatu malam ada seorang Malaikat yang berkata padanya kau adalah anak yang baik walaupun orang tua mu sudah tiada kau terus berdoa untuknya tanpa pamrih,sebab itu lah ribuan bintang dan bulan selalu menemani dirinya setiap malam”
Rabighfirli waliwalidayya warhamhuma kama robayyani saghiru, “itulah doa gadis kecil itu setiap malam,karena doa itu orang tuanya yang sudah tiada mendapat kedamaaiian dan dirinya selalau dilindungi oleh Allah yang siap sedia menemaninya bersama bulan dan ribuan bintang.”
Mudah sekali,padahal doa itu tak terlalu sulit tuk dihapalkan tetapi banyak manfaat di dalamnya gumam Dinda.
“Bulan senang sekali saat dipertemukan dengan Gadis kecil itu oleh malaikat,setiap malam ia bernyanyi bersama mega-mega angkasa,bintnag-bintang,pepohonan,bersenandung dengan lagu-lagu yang indah.Malam itu sangat menyenangkan bagi gadis kecil. Tertawa lepas terasa tanpa beban ini lah yang sudah lama ia tidak rasakan sepeninggal kedua orang tuan nya”
Mata Dinda mulai sayu menatap langit malam sembari tidur diapangkuan Bunda
“namun tiba-tiba Gadis kecil itu melihat bagian bumi yang muram...”
“bulan,apakah tempat itu?ujar Gadis kecil yang sedang duduk dilengkungan bulan nan indah
“tempat Ayah dan Bunda yang sudah usang”jawab Bulan
“apa maksud mu Bulan,aku tidak mengerti?”tanya Gadis kecil itu lagi
Dan Bulan hanya diam tanpa memberi jawaban
“aduh...:ternyata tubuh Gadis kecli itu membentur sebuah papan
“maaf”ujar Bulan
Tapi Gadis kecil itu tak menghiraukan apa perkataan sang Bulan,ia hanya terpaku melihat papan yang usang mulai terkelupas itu.
Tiba-tiba Gadis kecil itu sedih melihat tulisan dipapan itu
“Mengapa mereka bisa usang Bulan?”
“karena mereka tak memilki seseorang seperti mu yang selalu mendoakan mereka walaupun mereka sudah tiada,mereka tidak punya seseorang yang setiap malam mendoakan merka,anak-anak mereka sudah melupakan mereka,anak-anak mereka mengingat mereka sebagain mainan lama,tak terpakai yang sudah tak usang”
Gadis kecil itu tertegun dengan mata yang berkaca-kaca ia teringat denagn mainan nya yang sudah usang tak terpakai ia taruh digudang tak terurus,berdebu,usang dan tak terawat,tapi  mengapa anak-anaka mereka tak megetahui begitu banayak jasa mereka untuk anank-anak mereka, apakah mereka tidak inagat bahawa mereka pernah menyanyangi dan mencintai orangtua mereka?pikir Gadis kecil
Dinda langsung memeluk erat tubuh Bunda denagn menitihkan air mata,ia merasa tak inggin kehilangan Bunda karena Bunda adalah jantung baginya,
“sudah hampir pagi Gadis kecil,kau harus pulang”ujar Bulan
“simpan kembali bintang-bintang ini nak,simpanlah semua bintang ini”ujar Bulan lagi,sembari merangkum ribuan bintang milik gadis kecil dengan penuh cahaya gemilau.
“tak usah Bulan,nanti kau akan sendirian dilangit ini”jawab Gadis kecil
Bulan hanya diam semabari menujukan senyumnya
Gadis kecil terdiam,ia memeluk ribuan bintang sambil menatap kembali tempat orang tua-otang tua usang, pasti begitu banayak orang yang berada disana,tapi menagapa mereka terlihat lebih kesepian dibandingkan bulan yang berada dilangit.tanya gadis kecil
“bulan,lebih baik bintang-bintang ini menemanimu saja,aku sudah cukup senang melihat mu dan ribuan bintang bersama mu setiap malamnya”ujar Gadis kecil
Tiba-tiba bintang-bintang itu melompat dari pelukan Gadis kecil kembali menghiasi angakasa dengan cahaya mereka yang berbinar “kata Bunda sembari menatap angkasa.
Dinda melihat bintang yang jatuh, pasti cerita Bunda belum selesai pikirnya.
“ bintang-bintang itu sangat gembira berada dilangit yang luas. Namun sebagaimana Gadis kecil,mereka juga melihat bagian-bagian bumi yang muram tempat orang tua-orang tua usang berada,kemudian bintang-bintang itu meluncur turun hinggap di orang tua-orang tua usang.kemudia bintang-bintang itu membuat semua orang tua usang merasa bahagia dengan mata yang bercahaya.”
“kalau seperti itu,berarti semakin lama bintang-bintang akan habis Bunda?”tanya Dinda
“tidak Dinda,karena akan banyak anak seperti Gadis kecil itu yang akan selalu mendoakan orang tua mereka dimana pun mereka berdada bahkan sampai mereka berbeda dunia dengan kita”
Dinda senang mendengar penjelasan Bunda.
Tapi...
“Bunda,menggapa Bunda menyebut nya gadis kecil,apakah dia tak mempunyai nama?”tanya Dinda
Bunda hanya terdiam dan terus tersenyum pada Dinda,
“hoah...Dinda ngantuk Bunda”bilang Dinda
“aha...Ayah akan selalu membawa Dinda dan Bunda terbang kemana saja,menerobos angakasa yang luas”seru Ayah baru datang Ayah mengendong,mencium dan membelai rambut Dinda yang panjang menjuntai dengan lembut.
Dinda  terkekeh gembira
Dinda menatap Ayah yang sedang memebetulkan selimut dan Bunda yang berbaring disampaingnya ciuman lembut tercurah dikening Dinda.walaupun terlihat lelah tetapi senyum dan mata dinda masih bersemanagat dan tak sedikitpun tercurat rasa lelah.
Dinda segeraa memejamkan mata.ia pura-pura terlelap saat Ayah dan Bunda bergegas pergi meninggalkan Dinda yang sedang tertidur.
Seperginya Ayah dan Bunda Dinda bergegas menyederkan dirinya diranjang tempat tidur sembari menandahkan kedua tanggan Rabighfirli waliwalidayya warhamhuma kama robayyani saghiru, ya ALLAH sayanggi kedua orangtua ku seperti mereka menyayanggi ku saat ku kecil dan selamtakan mereka dari siksa api nereka mu.aku mohon ya Allah lindunggilah mereka disetiap perjalanan mereka,aku titipkan mereka pada mu ya Allah jagalah mereka aku mohon ya allah....

Tuhanku, sayangi ayah-bunda ku
Sebagaimana mereka menagsuh ku dimasa aku kecil





   Tentang Penulis
Wulan saptorini,lahir di
Bekasi 7 Maret 1998, seorang siswi SMPN 2 bekasi ini gemar membaca berbagai novel,puisi,dan cerpen dari beberapa pengarang terkenal, salah satu pengarang favoritnya adalah   T. Sandi Situmorang. Dimualai dari hobi sekarang menjadi rutinitas untuk menulis berbagai macam cerpen,novel dan puisi, siswi yang gemar membaca dan menulis cepen ini bercita-cita menajadi seorang dokter, sekaligus seorang guru.

Kunjungi wulan di:
Facebook : Wulan saptorini
Twitter      : @Wulan_Saptorini
E-Mail      : arwirezi@yahoo.co.id
Blog         : http://WulanWulanS.blogspot.com (My love story)
                 : http://Saptoriniwulan.blogspot.com (My love story)

0 komentar:

Poskan Komentar


up